ACEH UTARA — Perhelatan Milad Samudera Pasai ke-800 di Kabupaten Aceh Utara tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan budaya, sejarah dan keagamaan. Di tengah kemeriahan tersebut, stan Dinas Pendidikan Aceh Utara turut mencuri perhatian dengan menampilkan beragam prestasi dan kreativitas peserta didik.
Stan yang mengusung berbagai program dan hasil karya pendidikan itu menjadi salah satu ruang edukasi yang ramai dikunjungi masyarakat. Sejak dibuka, pengunjung silih berganti mendatangi stan untuk melihat secara langsung hasil karya yang lahir dari kreativitas siswa di berbagai satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara, Dr. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., mengatakan keikutsertaan Dinas Pendidikan dalam momentum Milad Samudera Pasai ke-800 merupakan kesempatan untuk memperkenalkan potensi peserta didik kepada masyarakat luas.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai angka dan prestasi akademik. Lebih dari itu, sekolah harus mampu menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, karakter dan kemampuan bekerja sama.
Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui kegiatan berbasis proyek dan menghasilkan karya nyata.
Berbagai hasil kreativitas siswa kemudian ditampilkan di stan Dinas Pendidikan Aceh Utara.
Mulai dari karya keterampilan, produk kreatif hingga berbagai hasil olahan yang memiliki nilai budaya dan kearifan lokal. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah aneka produk makanan khas Aceh hasil kreativitas siswa.
Menariknya, sejumlah produk hasil karya tersebut tidak hanya dipajang sebagai bahan pameran. Sebagian di antaranya dibagikan secara gratis kepada pengunjung.
Hal itu membuat suasana stan semakin interaktif. Pengunjung tidak sekadar melihat karya siswa, tetapi juga dapat menikmati langsung hasil kreativitas yang dihasilkan melalui proses pembelajaran.
“Alhamdulillah, sejak dibuka sampai hari ini stan Dinas Pendidikan terus ramai dikunjungi masyarakat. Ini menjadi kebanggaan bagi kita karena masyarakat dapat melihat langsung kreativitas dan prestasi anak-anak kita,” ujar Dr. Jamaluddin.
Selain menampilkan karya dan prestasi siswa, stan tersebut juga memberikan edukasi yang berkaitan dengan pembelajaran dan kehidupan masyarakat pascabanjir.
Pesan yang disampaikan tidak hanya berorientasi pada pemulihan, tetapi juga bagaimana pendidikan dapat membangun kepedulian peserta didik terhadap lingkungan serta kondisi sosial di sekitarnya.
Menurut Jamaluddin, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi sekolah untuk menunjukkan bahwa siswa Aceh Utara memiliki potensi yang besar apabila diberikan kesempatan dan dukungan untuk berkembang.
Prestasi yang ditampilkan di stan menjadi gambaran dari proses pendidikan yang berlangsung di sekolah, sementara berbagai produk kreativitas menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai manfaat.
Kehadiran stan Dinas Pendidikan Aceh Utara akhirnya bukan sekadar pelengkap dalam rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800.
Stan tersebut menjadi semacam etalase yang memperlihatkan wajah pendidikan Aceh Utara dari sisi berbeda: siswa yang berprestasi, siswa yang kreatif, serta siswa yang mampu menghasilkan karya dan berinteraksi dengan masyarakat.
Di tengah momentum memperingati 800 tahun perjalanan Samudera Pasai, pesan yang ditampilkan Dinas Pendidikan pun menjadi relevan: sejarah besar tidak hanya diwariskan melalui cerita masa lalu, tetapi juga harus dilanjutkan dengan menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter, kreatif dan mampu berkarya.
Melalui P5 dan berbagai program pengembangan potensi peserta didik, Dinas Pendidikan Aceh Utara berupaya memastikan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi penerus daerah.
Ramainya pengunjung yang mendatangi stan menjadi salah satu bukti bahwa kreativitas dan prestasi siswa mendapat tempat tersendiri di tengah perhelatan besar Milad Samudera Pasai ke-800.(*)
.png)
