,

Iklan

Bunda Literasi Kota Lhokseumawe dan Dispusip Ajak Siswa-Siswi Tingkatkan Budaya Literasi Melalui Lomba Bertutur

Wartapos
21 Mei 2026, 20:36 WIB Last Updated 2026-05-21T13:36:30Z


Lhokseumawe — Bunda Literasi Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, mengajak siswa-siswi untuk meningkatkan budaya literasi melalui kegiatan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Tahun 2026. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada hari puncak kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe di Aula Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Kamis (21/5/2026).


Kegiatan yang berlangsung sejak 19 hingga 21 Mei 2026 tersebut diikuti peserta dari 32 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Kota Lhokseumawe dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional ke-46 Tahun 2026. Lomba bertutur tahun ini mengangkat tema cerita rakyat sebagai upaya menanamkan kecintaan siswa-siswi terhadap budaya lokal, meningkatkan minat baca, serta memperkuat budaya literasi sejak usia dini.


Dalam sambutannya, Bunda Literasi Yulinda Sayuti menyampaikan bahwa budaya membaca dan literasi harus terus ditanamkan sejak dini di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin pesat. Menurutnya, literasi menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan berpikir dan berkomunikasi siswa-siswi.


“Lomba bertutur ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga sarana membangun keberanian, kreativitas, dan kecintaan anak-anak terhadap budaya literasi,” ujarnya.


Ia juga mengajak para orang tua dan guru untuk terus mendampingi anak-anak dalam menumbuhkan kebiasaan membaca, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.


“Mari kita jadikan membaca sebagai budaya yang menyenangkan agar lahir generasi yang cerdas, percaya diri, dan berkarakter,” ujarnya.


Peraih Penghargaan Wiyata Darma Madya pada Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 tersebut juga menegaskan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membangun budaya membaca sejak dini.


Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan pemenang yang membawakan cerita rakyat dan kisah inspiratif di hadapan dewan juri serta para undangan. Pada kesempatan tersebut, Bunda Literasi Yulinda Sayuti turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba bertutur sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kemampuan para peserta.


Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe, Dr. H. Misran Fuadi, S.Ag., MAP, mengatakan bahwa lomba bertutur menjadi salah satu upaya dalam menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi di kalangan generasi muda sejak usia dini.


Menurutnya, kemampuan bertutur tidak hanya melatih keberanian siswa tampil di depan umum, tetapi juga membantu meningkatkan kemampuan komunikasi, daya imajinasi, serta pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat.


“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah positif bagi siswa-siswi untuk mengembangkan kemampuan bertutur, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya membaca dan literasi,” katanya.


Pemerintah Kota Lhokseumawe terus berkomitmen mendukung penguatan budaya literasi dan peningkatan kualitas pendidikan guna menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.(*)

Iklan