![]() |
Madinah — Kementerian Haji dan Umrah melaporkan sebanyak lima jemaah haji asal Indonesia meninggal dunia di Madinah hingga Rabu (29/4/2026), di tengah proses kedatangan jemaah yang masih berlangsung ke Arab Saudi.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Suci Annisa, menyampaikan dua jemaah yang wafat terbaru yakni Tukiman Sardi Kromo Karso (54) dari kloter PDG 04 asal Kota Bengkulu, serta Dawanus Mahmud Muhammad Hasim (51) dari kloter BTH 05 asal Kabupaten Kampar, Riau.
Sementara itu, tiga jemaah yang telah lebih dahulu meninggal dunia adalah Nursidah (58) dari kloter UPG asal Kabupaten Gowa, Kamariah Dul Tayib (85) dari kloter SUB 08, serta Rodiah (68) dari kloter SOC 03 asal Solo.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, kami sampaikan terdapat dua jemaah wafat di Madinah,” ujar Suci dalam konferensi pers, Kamis (30/4/2026).
Berdasarkan laporan layanan kesehatan di Madinah, sebanyak lima jemaah telah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 89 jemaah lainnya dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Hingga saat ini, tercatat 49 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Memasuki hari ke-10 operasional penyelenggaraan ibadah haji, Suci menyebut proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah berjalan lancar, tertib, serta terlayani dengan baik di seluruh titik layanan.
Data per 29 April 2026 mencatat sebanyak 138 kelompok terbang (kloter) dengan total 54.604 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 132 kloter dengan total 52.343 jemaah telah tiba di Madinah dan secara bertahap menempati hotel yang telah disiapkan.
Seluruh proses kedatangan jemaah disebut berlangsung tertib dengan pendampingan petugas sejak di bandara hingga ke hotel.
Pada Kamis (30/4/2026), pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah mulai dilakukan secara bertahap. Di Makkah, para jemaah akan melanjutkan rangkaian ibadah hingga puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.(Kontan.co.id)
.png)



