,

Iklan

Sampah Melonjak Selama Ramadan, Plt Kepala DLH Lhokseumawe Terjun Langsung Pantau ke Lokasi

Wartapos
6 Mar 2026, 15:27 WIB Last Updated 2026-03-06T08:55:01Z
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe, Muhammad Nasir, S.H.I, turun langsung meninjau sekaligus memastikan proses pengangkutan penumpukan sampah bersih di wilayah Kota Lhokseumawe. Jum'at 06 Maret 2026. (Foto: Said Aqil).


LHOKSEUMAWE – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe, Muhammad Nasir, S.H.I, turun langsung meninjau sejumlah titik lokasi penumpukan sampah di wilayah Kota Lhokseumawe selama bulan Ramadan.


Dalam keterangannya kepada wartawan, Nasir menyebutkan bahwa selama bulan suci Ramadan terjadi peningkatan volume sampah yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Kondisi ini terlihat di beberapa kawasan, terutama di pasar kota serta di sejumlah ttik yang mulai dipenuhi sampah.


Menurut Nasir, pada hari-hari normal volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkisar antara 80 hingga 100 ton per hari. Namun sejak memasuki bulan Ramadan, jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat.


“Biasanya sampah yang masuk ke TPA sekitar 80 sampai 100 ton per hari. Tetapi dalam beberapa hari terakhir selama Ramadan, volume sampah meningkat hingga hampir 180 ton per hari,” kata Nasir.Jum'at 06 Maret 2026.


Ia menjelaskan, peningkatan volume sampah tersebut didominasi oleh limbah rumah tangga dan sisa aktivitas masyarakat, termasuk batok kelapa dari pedagang yang banyak digunakan saat Ramadan. Sampah tersebut berasal dari empat kecamatan utama di Kota Lhokseumawe, yakni Muara Satu, Muara Dua, Banda Sakti, dan Blang Mangat.


Meski demikian, Nasir menegaskan bahwa pemerintah kota melalui DLH sejauh ini tidak mengalami kendala dalam proses pengangkutan sampah. Armada pengangkut dinilai masih mencukupi, begitu juga dengan jumlah petugas kebersihan yang terus bekerja setiap hari.



“Kita tidak memiliki kendala dalam pengangkutan sampah. Armada cukup, petugas juga cukup. Bahkan tahun ini kita juga menambah 10 unit kontainer sampah untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.


Namun demikian, Nasir menilai persoalan utama yang menyebabkan sampah sering menumpuk di beberapa titik, khususnya di kawasan pasar kota, bukan semata-mata karena keterbatasan fasilitas. Ia menyoroti perilaku sebagian masyarakat yang belum disiplin dalam membuang sampah.


Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah menyediakan bin container atau tempat pembuangan sampah di berbagai titik. Namun masih banyak masyarakat yang membuang sampah di luar kontainer, bukan ke dalam tempat yang telah disediakan.


“Petugas datang untuk mengangkut sampah yang ada di dalam kontainer. Tetapi sampah justru banyak yang dibuang di luar, sehingga tercecer. Ini membuat petugas kesulitan untuk mengangkutnya,” ujar Nasir.


Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih sadar dan bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan. Nasir juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam parit, drainase, sungai, maupun di pinggir jalan.


“Kami meminta kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, baik ke parit, selokan, sungai maupun ke tempat-tempat yang dilarang. Buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan demi menjaga kebersihan kota kita bersama,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa kebersihan merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah.


“Kebersihan itu bagian dari iman. bukan setengah dari pada iman, Apalagi ini bulan Ramadan, bulan penuh berkah. Kita berharap masyarakat bisa bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” tambah Nasir.


Selain persoalan sampah, Nasir juga menyoroti kondisi di kawasan Pasar Pusong, khususnya di area penjualan ikan. Ia melihat banyak genangan air yang menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas masyarakat.


Menurutnya, genangan air tersebut berasal dari aktivitas para pedagang ikan yang air limbahnya mengalir hingga ke badan jalan. Kondisi ini menyebabkan air tergenang di tengah jalan dan berpotensi merusak infrastruktur.


“Di area penjualan ikan di Pasar Pusong kita melihat banyak air yang tergenang dan menimbulkan bau menyengat. Air tersebut berasal dari aktivitas pedagang ikan yang mengalir sampai ke jalan,” jelasnya.

Nasir menambahkan, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, dikhawatirkan dapat merusak badan jalan dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas.


Karena itu, pihaknya meminta kepada instansi terkait untuk segera mengambil langkah penanganan agar aliran air tersebut dapat dikelola dengan baik dan tidak lagi mengalir ke badan jalan.


“Kita berharap ada penanganan dari pihak terkait agar air tersebut tidak lagi mengalir ke jalan, sehingga tidak menyebabkan genangan maupun kerusakan jalan,” pungkasnya.


Dengan meningkatnya volume sampah selama Ramadan, DLH Lhokseumawe berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga semakin meningkat, sehingga Kota Lhokseumawe dapat tetap terlihat bersih, nyaman, dan indah."tutup Plt Kadis Lingkungan Hidup(*)

Iklan